Wednesday, 5 June 2013

Exactly ! The link between man & GOD is FAITH



Professor : You are a Muslim, aren’t you, son ?

Student : Yes, sir.

Professor: So, you believe in GOD ?

Student : Absolutely, sir.

Professor : Is GOD good ?

Student : Sure.

Professor: Is GOD all powerful ?

Student : Yes.

Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?

(Student was silent.)

Professor: You can’t answer, can you ? Let’s start again, young fella. Is GOD good?

Student : Yes.

Professor: Is satan good ?

Student : No.

Professor: Where does satan come from ?

Student : From … GOD …

Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?

Student : Yes.

Professor: Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?

Student : Yes.

Professor: So who created evil ?

(Student did not answer.)

Professor: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?

Student : Yes, sir.

Professor: So, who created them ?

(Student had no answer.)

Professor: Science says you have 5 Senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son, have you ever seen GOD?

Student : No, sir.

Professor: Tell us if you have ever heard your GOD?

Student : No , sir.

Professor: Have you ever felt your GOD, tasted your GOD, smelt your GOD? Have you ever had any sensory perception of GOD for that matter?

Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.

Professor: Yet you still believe in Him?

Student : Yes.

Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?

Student : Nothing. I only have my faith.

Professor: Yes, faith. And that is the problem Science has.

Student : Professor, is there such a thing as heat?

Professor: Yes.

Student : And is there such a thing as cold?

Professor: Yes.

Student : No, sir. There isn’t.

(The lecture theatre became very quiet with this turn of events.)

Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.

(There was pin-drop silence in the lecture theater.)

Student : What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?

Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?

Student : You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light. But if you have no light constantly, you have nothing and its called darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, were you would be able to make darkness darker, wouldn’t you?

Professor: So what is the point you are making, young man ?

Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.

Professor: Flawed ? Can you explain how?

Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good GOD and a bad GOD. You are viewing the concept of GOD as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.

Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?

Professor: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.

Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?

(The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going.)

Student : Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor. Are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?

(The class was in uproar.)

Student : Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?

(The class broke out into laughter. )

Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?

(The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable.)

Professor: I guess you’ll have to take them on faith, son.

Student : That is it sir … Exactly ! The link between man & GOD is FAITH. That is all that keeps things alive and moving.

P.S.

I believe you have enjoyed the conversation. And if so, you’ll probably want your friends / colleagues to enjoy the same, won’t you?

Forward this to increase their knowledge … or FAITH.

Saturday, 23 February 2013

Hukum Surat, Email & SMS Berantai




(kiri) Pemegang Kunci Kabah sekarang, Syekh Abdul Qadir al-Shaibi. Foto: saudigazette.com

Penerangan :



Soalan
Apa hukumnya menyebarkan sms ini : " Jurukunci makam Saidina Rasul dr Mekah tlh bertemu dgn Rasulullah smbl berpesan kuat-kuatlah beribadah kerana dunia sudh tua dan goyah. Sebarkn sms ini ke 10 orang, Dalam waktu 10 hari dapat rezeki besar. Kalau tak disebarkn maka dapat kesulitan yang tidak ada henti-hentinya. Ini amanah. wallahualam.."  
Jawapan : 
Kita sering menerima surat tanpa nama pengirim ini dari semasa kesemasa.Surat ini juga ditabur di masjid-masjid dan tempat-tempat awam kononnya untuk menunaikan tanggungjawab menyebarkannya sebagaimana 'wasiat' di dalam surat tersebut. Amat malang dalam dunia maju sekarang ini, masih ramai yang jahil tentang perkara seremeh ini (tetapi mempunyai kesan yang amat besar kepada aqidah) . Berikut kami paparkan contoh surat berantai terkini ( yang sentiasa diubah dan ditambah) , fatwa dari ulama terkemuka Dr Yusof Qardhawi dan juga fatwa oleh Majlis Fatwa Kebangsaan.
Komen saya
Tidak dapat dinafikan naluri manusia memang ada kelemahan, akan mengalir pada dirinya suatu anggapan sial kerana sesuatu.
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
"Ada tiga perkara yang sukar untuk dielakkan , iaitu: bersangka buruk, tathayyur (sial menyial) dan hasad. Oleh karena itu kalau kamu bersangka buruk jangan kamu percayainya dan laksanakan, dan kalau merasa sial jangan berhenti (dari buat kerja yang dilakukan kerana terpengaruh), dan kalau kamu hasad, jangan lanjutkan." (Riwayat Thabarani)
Oleh karena ketiga perkara ini hanya semata-mata perasaan yang tidak berpengaruh pada suatu sikap dan perbuatan, maka dimaafkannya oleh Allah.
Dan diriwayatkan pula dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Tathayyur (merasa sial) adalah syirik." 3 kali.
Dan Ibnu Mas'ud sendiri berkata: " Setaip orang akan ada perasaan-perasaan 'sial', dan lain-lain tetapi Allah akan menghilangkannya jika anda bertawakkal." (Riwayat Abu Daud dan Tarmizi)
Apa yang dimaksudkan oleh Ibnu Mas'ud itu, ialah: setiap orang di antara kita ini ada perasaan-perasaan seperti itu, tetapi perasaan semacam ini akan hilang lenyap dari hati orang yang selalu tawakkal dan tidak membiarkan perasaannya itu tinggal dalam hati.

Bahagian 1: Contoh surat berantai 
SURAT DARI ARAB SAUDI


(WASIAT UNTUK UMAT ISLAM SELURUH DUNIA)
           
           
Assalamualaikum.       
           
Ini adalah surat wasiat dari penjaga makam Nabi Muhammad S.A.W. iaitu Sheikh Ahmad  (Saudi Arabia)
           
Pada suatu malam ketika hamba membaca Al-Quran di makam Rasulullah S.A.W. selepas membaca lalu hamba tertidur dalam tidur hamba bermimpi di datangi Rasulullah S.A.W. lalu bersabda kepada hamba dalam 60,000 orang yang meninggal dunia di zaman ini tiada seorang pun matinya dalam keadaan yang beriman.
           
a) Isteri tidak mendengar suami     
b) Orang kaya tidak lagi bertimbang rasa kepada orang miskin
c) Orang tidak lagi berzakat dan tidak membuat kebajikan. 
           
           
Oleh itu wahai Sheikh Ahmad hendaklah kamu menyebarkan kepada orang Islam yakni supaya membuat kebajikan kerana hari penghabisan (Qiamat) akan tiba di masa bintang terbit dari langit.  Sesudah itu pintu matahari akan turun di atas kepala.
           
Pesanan Hamba ini       
           
a) BERSELAWATLAH kepada junjungan Nabi kita Muhammad S.A.W.
b) BERTAUBATLAH Dengan segera sementara pintu taubat masih terbuka.
c) BERSEMBAHYANGLAH Kamu sebelum kamu disembahyangkan
d) BERZAKATLAH Jangan tinggalkan   
e) JANGAN MENDERHAKA KEPADA KEDUA IBU BAPA Hormatilah mereka.
f) MENUNAIKAN FARDU HAJI Bila berkemampuan. 
           
           
UNTUK MAKLUMAT       
           
1) Seorang saudagar dari Bombay telah menerima surat ini dan beliau telah mencetak sebanyak 20 salinan dan mengirimkan kepada orang lain.  Dia kemudiannya dianugerahi oleh Allah dengan mendapat keuntungan yang besar dalam perniagaannya.  Seorang hamba Allah telah menerima surat ini tetapi tidak mengindahkannya dan menganggap wasiat ini palsu.  Maka selang beberapa hari kemudian anaknya meninggal dunia.
2) Tan Sri Ghazali Jawi, Bekas Menteri Besar Perak secara tidak langsung dipecat dari jawatannya kerana apabila menerima wasiat ini beliau terlupa mencetak sebanyak 20 salinan untuk disebarkan kepada orang lain tetapi beliau tidak menyedari kesilapannya lalu beliau mencetak semula wasiat ini dan terus mengirimkannya kepada orang lain dan selang beberapa hari kemudian beliau telah dilantik menjadi Menteri Kabinet Perdana Menteri.
           
3. Pada tahun 1977 Tun Dato' Mustafa bekas Ketua Menteri Sabah menerima surat ini kemudian mengarahkan setiausahanya mencetak sebanyak 20 salinan dan menghantar kepada orang lain maka selang beberapa hari kemudian dia telah mendapat hadiah pertama dari loteri Kebajikan Masyarakat Timur.
           
4. Zulfikar Ali Bhuto telah menerima wasiat ini dan tidak percaya akan kebenarannya dan menganggap palsu lalu dibuangkan kedalam tong sampah.  Seminggu kemudian beliau telah dijatuhkan hukuman pancung sampai mati.

5. Di Terengganu, seorang pekerja bengkel kenderaan telah menerima wasiat ini dari pengirim yang tidak dikenali yang datangnya dari Perak.  Lalu beliau membuat cetakan sebanyak 20 salinan seperti yang dituntut.  Alhamdulillah dia dianugerahkan oleh Allah seorang gadis yang berakhlak mulia sepertimana yang dituntut oleh Islam.  Baginya  anugerah Allah ini paling agung dan tidak ada bandingnya.

6. Di Terengganu juga, seorang hamba Allah telah menerima wasiat ini dari orang yang tidak dikenali lalu beliau tidak mengindahkannya.  Beliau mengatakan yang ianya bohong belaka dan sengaja diada-adakan untuk menakut-nakutkan orang yang membacanya.  Beberapa hari kemudian dia telah mendapat penyakit yang ganjil dan penderitaannya amat menyedihkan.  Setelah 3 minggu mendapat rawatan rapi di hospital, penyakitnya masih disimpannya lalu menyuruh sepupunya mencetak 20 salinan dan diedarkan kepada orang lain.  Seminggu kemudian barulah beliau sembuh sehingga sekarang.

  Banyak lagi contoh-contoh orang menerima wasiat ini dan tidak mempercayainya dan tidak mengedarkannya atau menyampaikannya kepada orang lain di mana mereka mendapat malapetaka.  Setelah  kejadian yang menggembirakan dan menakutkan ini, anda jangan lupa mencetak 20 salinan wasiat ini dan disebarkan kepada orang lain dalam masa 90 jam dari masa anda menerima wasiat ini anda akan memperolehi sesuatu dari ALLAH YANG MAHA ESA.

Bahagian 2: Fatwa Dr Yusof Qardhawi
 
WASIAT PALSU SYEKH AHMAD
Dr. Yusuf Qardhawi


PERTANYAAN:

Pada suatu saat secara kebetulan saya menerima sepucuk surat
dan setelah saya baca, saya merasa bingung mengenai isinya.
Karena itu, saya mohon kesediaan Ustaz untuk menjelaskan
isi surat tersebut, apakah benar atau tidak.

Surat tersebut ditandatangani oleh seorang fa'il khair
(pembuat kebaikan, dermawan) yang berisi wasiat Syekh Ahmad,
juru kunci makam (kubur) Rasulullah saw., yang ditujukan
kepada segenap kaum muslimin di dunia timur maupun barat.
Juga berisi macam-macam nasihat.

Pada bagian akhir surat tersebut dikatakan, "Di Bombay
terdapat seseorang yang memperbanyak surat tersebut dan
membagi-bagikannya kepada tiga puluh orang, lalu Allah
memberikannya rezeki sebanyak dua puluh lima ribu rupiah;
ada pula yang membagi-bagikannya lalu ia mendapat rezeki
dari Allah sebanyak enam ribu rupiah. Sebaliknya, ada pula
orang yang mendustakan wasiat tersebut, sehingga anaknya
meninggal dunia pada hari itu."

Dalam surat tersebut dikatakan bahwa orang yang telah
memperoleh dan membaca wasiat itu tetapi tidak
menyebarkannya kepada orang lain, akan ditimpa musibah
besar.

Bagaimanakah pendapat Ustaz mengenai masalah tersebut?
Apakah benar atau tidak?
 )

JAWABAN:

Memang ramai  orang yang bertanya tentang  wasiat tersebut. Dan
sebenarnya kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru
ini, tetapi saya telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu.
Surat tersebut dinisbatkan kepada seorang lelaki yang
terkenal dengan sebutan Syekh Ahmad, juru kunci makam
Rasulullah saw.

Untuk memastikan  kebenaran berita yang disampaikan dalam
surat  tersebut, saya pernah menanyakan kepada
orang-orang di Madinah dan di Hijaz. Saya mencari informasi
mengenai orang yang disebut Syekh Ahmad itu beserta
aktivitasnya. Dari informasi yang didapat, ternyata tidak
ada seorang pun di Madinah yang pernah melihat dan mendengar
berita mengenai Syekh Ahmad ini. Tetapi sayangnya, wasiat
yang menyedihkan itu telah tersebar luas  di negara-negara umat
Islam.

Wasiat tersebut dengan segala isinya tidak ada arti dan
nilainya sama sekali dalam pandangan agama. Di antara isi
wasiat yang diasaskan  pada pendapat  Syeikh Ahmad yang katanya
bermimpi bertemu Nabi saw. itu ialah tentang telah dekatnya
hari kiamat.

Masalah berita kedekatan kiamat ini sebenarnya tidak perlu
mengikuti pendapat  Syeikh Ahmad atau Syeikh Umar, karena Al
Qur'an telah mengatakan dengan jelas:

"... boleh jadi hari kebangkitan itu sudah dekat
waktunya." (Al Ahzab: 63)

Begitu pula Nabi saw. telah bersabda:

"Aku dan hari kiamat diutus (secara berdekatan)
seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil
memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari
tengahnya." (Muttafaq 'alaih dari hadits Anas dan
Sahl bin Sa'ad)

Hal lain dari isi wasiat itu ialah bahwa kaum wanita
sekarang sudah banyak yang keluar rumah, dan banyak yang
telah menyimpang dari agama. Masalah ini pun sebenarnya
tidak perlu mengambil sumber dari mimpi-mimpi, karena kita
sudah mempunyai kitab Allah dan sunnah Rasul yang sudah
memuaskan untuk dijadikan pedoman. Allah berfirman:

"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu
agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku atas kamu,
dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ..." (Al
Maa'idah: 3)

Orang yang beranggapan bahwa Din Islam yang telah
disempurnakan Allah ini masih memerlukan keterangan yang
diwasiatkan oleh orang yang tidak dikenal itu, berarti dia
meragukan kesempurnaan dan kelengkapan Dinul Islam. Islam
telah sempurna dan telah lengkap, tidak memerlukan wasiat
apa pun.

Isi wasiat tersebut jelas
memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut.
Sebab, pewasiat telah mengancam dan menakut-nakuti orang
yang tidak mau menyebarluaskannya bahwa ia akan mendapat
musibah dan kesusahan, anaknya akan mati, dan hartanya akan
habis. Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia
pun (yang normal pikirannya), terhadap kitab Allah dan
Sunnah Rasul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang
membaca Al Qur'an harus menulisnya setelah itu kemudian
menyebarluaskannya kepada orang lain; dan jika tidak, akan
terkena musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang
yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan
menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak,
akan tertimpa musibah.

Kalau Al Qur'an dan Sunnah Rasul saja tidak begitu, maka
bagaimana dengan wasiat yang penuh khurafat itu? Ini
merupakan sesuatu yang tidak mungkin dibenarkan oleh akal
orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.

Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa si Fulan di
negeri ini dan ini karena telah menyebarluaskan wasiat
tersebut ia mendapat rezeki sekian puluh ribu ringgit. Semua
itu merupakan khurafat dan penyesatan terhadap umat Islam
dari jalan yang benar dan dari mengikuti Sunnah serta
peraturan Allah terhadap alam semesta.

Untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan
aturannya. Adapun bersandar kepada khayalan dan khurafat
seperti dalam wasiat itu adalah merupakan usaha untuk
menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam.

Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak
membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar
tidak mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan
wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari Nabi saw.
sebagaimana yang dikatakan oleh penulis surat  yang batil
itu.

Sesungguhnya syafaat Nabi saw. juga diperuntukkan bagi
umatnya yang pernah melakukan dosa-dosa besar. Hal ini sudah
disebutkan dalam hadits-hadits sahih (dan tidak perlu
bersumberkan pada wasiat melalui  mimpi; pent.) bahwa
Rasulullah bersabda:

"Orang yang paling berbahagia akan memperoleh
syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang telah
mengikrarkan laa ilaaha illallah dengan perasaan
ikhlas dan lubuk hatinya." (HR Bukhari)

Kami mohon kepada Allah Azza wa Jalla semoga Ia berkenan
menjadikan umat Islam mengerti tentang agama mereka. Semoga
memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang
lurus, serta melindungi mereka agar tidak mempercayai
berbagai khurafat, khayalan, dan kebatilan.

-----------------------
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi
Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388
ISBN 979-561-276-X

 
Bahagian ketiga: Fatwa oleh Majlis Fatwa Kebangsaan 1978

KHURAFAT DAN BOLEH MENJATUHKAN MURTAD

Majlis Fatwa Kebangsaan 1978 mengesahkan surat ini ditulis oleh paderi-paderi biara Blessings of St Antonio, Texas, USA pada tahun 1974/75 untuk mengelirukan umat Islam. Penulis asal surat ini ialah mendiang Father Francis Jose de Villa, seorang paderi Katolik dari Argentina berketurunan Arab-Syria (bekas penganut Islam, nama asalnya Mohamed Elias Skanbeg). Dia pernah bertugas di Instituto Sacristo Convocione Reliogioso di Brindisi, Itali sebagai mubaligh Katolik antara tahun 1966-1968di bawah Cardinal Agostino Casaroli. Father de Villa meninggal dunia pada tahun 1980 di Texas dalam usia 54 tahun.
Menurut Allahyarham Sayyed Mohamed Raisuddin Al-Hashimi Al-Quraisy, penjaga makam Rasulullah SAW di Madinah antara tahun 1967- hingga 1979, tidak ada penjaga makam bernama Sheik Ahmad antara tahun 1881 hingga 1979. Penjaga makam di Madinah ialah:
Sayyed Turki Abu Mohamed Abdul Razaque Al-Hashimi Al-Quraisy (1881-meninggal dunia 1932), anaknya Sayyed Hashim Abu Faisal Abdul Jalil Al-Hashimi Al-Quraisy (1932-meninggal dunia 1934), adiknya Sayyed Abdul Karim Mutawwi Al-Hashimi Al-Quraisy (1934-bersara 1966), anak saudaranya Sayyed Mohamed Raisuddin bin Mohamed bin Abdul Razaque Al- Hashimi Al-Quraisyi (1967-meninggal dunia 1979) dan kini kunci Ka;bah itu dipegang oleh keturunan Shaibah, yakni Syekh Abdul Qadir bin Taha al-Shaibi hingga kini.

Bekas menteri besar Perak Allahyarham Tan Sri Mohamed Ghazali Jawi bertaubat dan mengucap kalimah syahadat sekali lagi di hadapan Kadi Daerah Kinta pada tahun 1976 setelah beliau mengaku pernah menerima dan mengirim surat ini kepada dua puluh orang kawannya. Peristiwa ini berlaku tidak lama sebelum beliau meninggal dunia. Bekas Kadi Daerah Kinta meminta beliau mengucap semula kerana bimbang beliau telah gugur syahadah (murtad).
Allahyarham Datuk Shafawi Mufti Selangor mengisytiharkan bagi pihak Majlis Fatwa Kebangsaan bahawa barang siapa dengan sengaja menyebarkan risalah ini adalah "melakukan syirik dan tidak mustahil jatuh murtad melainkan dia bertaubat dan menarik balik perbuatannya itu terhadap sesiapa yang telahpun dikirimkan risalah ini". (Surat Keputusan Majlis Fatwa Kebangsaan Malaysia Bil.7/78/I).
Keputusan ini diiktiraf oleh Majlis Raja-raja Melayu dalam mesyuaratnya di Pekan pada 16 Oktober 1978, dipengerusikan oleh Almarhum Sultan Idris Shah, Perak.
Menurut Majlis Fatwa Kebangsaan 1978, menyebar surat ini "termasuk dalam menyekutukan Allah S.W.T. dengan syirik yang amat besar (shirk-i-kubra) serta mempermainkan Rasulullah S.A.W. serta menyebar dengan niat tidak baik kekeliruan dan muslihat di kalangan umat Islam.". Lagipun,"surat ini menggambarkan pembohongan yang amat besar terhadap junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W. serta ajaran baginda kerana menggambarkan SHEIK AHMAD sebagai perawi hadith sesudah kewafatan baginda".
Allahyarham Datuk Sheik-ul-Islam Mufti Kedah dalam Risalat Al-Aman 1983/Bil 8, surat ini "paling kurang menimbulkan syirik kecil dan murtad secara tidak sengaja terkeluar dari Islam, serta syirik yang besar jika sengaja maka taubatnya tidak sah melainkan dibuat dengan sesungguhnya. Adapun jika seseorang itu menyalin surat ini kepada umat Islam lain, jatuhlah hukum ke atasnya mentablighkan perkara syirik dan khurafat. Sesungguhnya ulamak sependapat perbuatan itu sungguh besar syiriknya dan boleh mengakibatkan murtad walaupun tanpa sadar si-pengirim."
Wassalam.

Saturday, 16 February 2013

Fadhilat Ayat Kursi




AYAT KURSI :

1) Baca pada saat keluar rumah, 70000 malaikat akan menjagamu dari semua sisi.

2) Baca saat masuk rumah, kemiskinan tdk akan memasuki rumahmu.

3) Baca setelah berwudhu, Derajatmu akan dinaikkan 70 tingkat.

4) Baca pada saat tidur, malaikat akan menjagamu sepanjang malam ...

5) Baca setelah solat, maka jarak antara kamu dan surga hanyalah kematian.

SAMPAIKAN KEPADA ORANG LAIN,MAKA INI ADALAH SEDEKAH JARIAH. DAN PADA SETIAP ORANG YANG MENGAMALKAN, KAMU AKAN IKUT MENDAPT PAHALANYA SAMPAI HARI KIAMAT

Thursday, 13 December 2012

Antara Dilihat Dengan Melihat



Sistem nilai diri menentukan sama ada mata kita mata lebah atau mata lalat


Seorang nyonya tua melintas jalan memikul bakul yang penuh dengan ubi kayu. Badannya bongkok terserlah beban beratnya ubi kayu yang dipikul. Berseorangan tanpa berteman. Mengusap peluh yang mengalir laju dari dahi yang berkedut.

“Kesian aku tengok nyonya tu. Dah tua pun masih buat kerja berat lagi. Mana pergi anak dia. Tak patut betul anak dia biar ibunya buat kerja teruk macam ni,” ujar Ehsan kepada Taufiq.

“Itu pandangan mata kau. Tapi pada mata aku. Ada suatu yang kita perlu belajar daripada hidup nyonya tu. Walaupun dia dah tua, tetapi sikap dia yang tidak meminta-minta kepada orang lain.

Mungkin itu yang diajar oleh masyarakat Cina.

Bekerja hingga ke hujung usia.

Lagipun dalam agama kita sendiri, kerja dan urusan dunia tidak terpisah dari perihal akhirat. Bukankah jika kita bekerja sehingga akhir usia dalam keadaan mencari rezeki yang halal dan hasilnya disalurkan kepada yang perlu itu satu ibadah.

Cuma orang kita yang selalu sangat membahagikan usia mereka kepada tempoh kerja dan tempoh ibadah. Lalu akhirnya wujud pemikiran ‘beribadah selepas pencen’,” hurai Taufiq dari sudut pandang agama yang amat positif.

“Tak terfikir pulak aku. Yang aku nampak hanya negatif saja. Yang buruk saja mata aku menangkap,” Ehsan tunduk malu dengan gaya pandang negatif ia melihat sesuatu peristiwa.

“Tidak mengapa…cara manusia melihat itu berbeza. Aku melihat dari sudut yang lain. Kau lihat dari sudut yang lain. Persitiwa sama, kesimpulan berbeza. Namun kita kena bijak melihat dengan cara yang positif.

“Sebenarnya ada satu kisah motivasi yang terkenal di Amerika Syarikat. Ianya kisah duka seorang isteri juga merupakan ibu kepada dua orang anak kembar. Dia berkahwin dengan lelaki pilihannya. Malang sekali, setelah berkahwin dia baru mengetahui bahawa suaminya merupakan seorang penagih dadah tegar.

Setiap hari dia akan menanti kepulangan suaminya. Sudah pasti hidangan pukulan, tendangan dan tampar dari si suami menjadi rutin harian. Suaminya akan pulang dalam keadaan menggigil dan membelasah si isteri yang enggan memberikan wang kepadanya. Ketagihannya yang melampau membuatkan isteri terpaksa bekerja keras mencari wang untuk menyara kedua anak kembar mereka.

Yang lebih menyedihkan, setiap kali si isteri dibelasah suaminya, perbuatan itu diperhatikan oleh kedua-dua anak mereka. Fenomena ini memberi kesan yang mendalam kepada kedua-dua anak tersebut.

Masa berlalu pantas, rumah tangga ini punah sama sekali. Si suami kemudian meninggal dunia dengan mulut berbuih di bawah jambatan. Si isteri pula tidak lama kemudian meninggal dunia akibat kesan tekanan yang sangat dahsyat. Tinggallah kedua-dua anak kembar ini meneruskan kehidupan sendirian.

Bertahun-tahun kemudian orang menemui seorang daripada kembar tersebut sedang hancur ketagihan dadah terbongkang di bawah jambatan. Di mana saudara kembarnya? Mereka menemuinya di wisma miliknya sendiri di bawah nama syarikat guaman paling terkemuka. Dia menjadi seorang peguam hebat. Ketika ditanyakan kepada mereka berdua tentang nasib hidup yang berbeza, jawapan kedua-duanya adalah sama.

“Saya tengok apa yang ayah lakukan.”

Seorang melihat kemusnahan itu dan menirunya.

Seorang lagi melihat benda yang sama dan bertekad untuk segera membesar bagi membebaskan ibu daripada seluruh kesakitan itu!!

Seorang lagi melihat kehidupan lampau mereka dan motivasinya musnah. Sementara yang seorang lagi melihat kehidupan lampau sebagai pendorong motivasi.

Dua anak membesar daripada susuan ibu yang sama, tinggal di rumah yang sama, bermain di lorong yang sama, makan hidangan yang sama serta menyaksikan semua benda yang sama, tetapi membesar sebagai manusia yang berbeza. Si penagih melihat perangai si ayah untuk dijadikan ikutan. Si peguam melihat perjuangan ibunya membuatkan ia gigih menegakkan keadilan.

Bukan apa yang dilihat, tetapi bagaimana seseorang melihatnya. Itu lebih penting!” Cerita taufiq dengan panjang lebar menyedarkan Ehsan dari lamunan.

Akhirnya mereka membuat kesimpulan, pandanglah peristiwa seperti mata lebah. Segala bau busuk, najis dan kotoran ditolak ketepi. Namun lebah terus mencari bunga lalu mencipta madu. Bukannya seperti pandangan mata sang lalat. Haruman dan bunga ditinggalkan. Mencari najis dan kotoran membiakkan penyakit dan melumpuhkan alam.

Hukum Tepuk Tangan




HARAM KETIKA SOLAT, HARUS BAGI MERIAHKAN MAJLIS





            KEBIASAANNYA bertepuk tangan disaksikan ketika menghadiri majlis keramaian dan persembahan. Sudah menjadi kebiasaan majlis berbentuk Islam sunyi daripada tepukan gemuruh penontonnya. Bahkan suasana sedemikian menampakkan kesuraman sesuatu program.
            Apabila diteliti permasalahan ini, timbul beberapa perbahasan dalam kalangan sesetengah orang agama bahawa bertepuk tangan itu diharamkan. Ada pula mengeluarkan pendapat pelik ia boleh menyebabkan syaitan melahirkan anaknya.
            Bertepuk tangan di majlis keramaian adalah harus pada hukum syarak. Yang ditegah adalah sewaktu solat ataupun mengaitkannya dengan ibadah.
            Malah ada yang mencadangkan jika ingin menepuk tangan maka tepuklah dengan belakang tapak tangan sebagai isyarat gantian. Persoalannya adakah ini sesuatu ditetapkan agama.
            Walaupun ada dibahaskan dalam bab solat oleh ulama asy-Syafi’iyyah seperti Imam Ramli dan al-Bajuri, namun ia tidak membabitkan hukum menepuk tangan di luar solat. Maka, ada pendapat mengharamkannya berasaskan penghujahan dalil tertentu.
            Firman Allah SWT bermaksud: “Tiadalah solat atau ibadah mereka di Masjidil Haram selain muka’ (siulan) dan tashdiyyah (tepuk tangan). Maka rasakan azab disebabkan kekafiran kamu.” (Surah al-Anfal ayat 35)
            Pentafsir mentafsirkan ayat ini mengatakan perkataan al-muka’ (siulan) dan al-tashdiyyah (tepuk tangan) yang dimaksudkan dalam surah al-Anfal ialah perbuatan orang kafir yang mengganggu solat dan bacaan al-Quran Rasulullah serta kaum muslimin.
            Tepukan dan siulan itu mendatangkan rasa tidak senang kepada Rasulullah dan orang Islam sehingga Rasulullah menegah perbuatan berkenaan. Ini pandangan paling tepat dalam menceritakan sebab turunnya ayat menurut Imam Jalaluddin as-Suyuti.
            Al Qurtubi pula merujuk kepada pendapat Ibnu Abbas mengatakan, masyarakat Quraisy jahiliah melakukan tawaf di Masjidil Haram dengan bertelanjang, bertepukan dan bersiulan. Pada pandangan mereka ia adalah ibadat. Ini juga pandangan Mujahid, As Suddi dan Ibnu Umar.
            Merujuk sebab turun dan kisah di sebalik ayat 35 surah al-Anfal diatas, jelas pengharaman tepuk tangan secara umumnya adalah kepada orang yang meniru perbuatan orang kafir dalam melakukan ibadah. Jika ibadah solat diselang-selikan dengan bertepuk tangan maka secara jelas diharamkan.
            Bagaimanapun, mengharamkan hukum menepuk tangan ketika di luar solat adalah pengambilan dalil yang bukan pada tempatnya kerana ayat berkenaan tertuju kepada mereka yang melakukan ibadat dengan cara bertepuk tangan.
            Sudah jelas kepada kita bertepuk tangan dalam solat seperti orang jahiliah adalah dilarang. Namun, menepuk tangan di dalam solat dan di luar solat berbeza. Maka penyabitan hukumnya juga berbeza.
            Begitu juga sebahagian pendapat mengatakan menepuk tangan diharamkan kepada lelaki berasaskan dalil hadis sahih yang bermaksud: “Barang siapa yang ingin membaiki kesalahan dalam solat hendaklah dia bertasbih (dengan berkata subhanallah). Sesungguhnya apabila dia berkata demikian, imam akan berpaling kepadanya (memberi perhatian). Dan sesungguhnya bertepuk tangan itu adalah khusus untuk wanita.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).
            Perbuatan itu dilarang kerana termasuk dalam tasyabbuh (menyerupai) wanita seperti dinyatakan hadis bahawa hal semacam itu hanya khusus bagi wanita ketika memperingatkan imam yang tersilap dalam solat sementara lelaki disuruh mengingatkan imam dengan ucapan tasbih.
            Hadis ini khusus mengenai bertepuk tangan dalam solat. Kes berlaku apabila seorang imam melakukan kesilapan maka makmum wanita hanya boleh menepuk tangan sebagai isyarat membetulkan imam. Ia tidak boleh menjadi dalil menegah bertepuk di luar solat seperti disebut oleh Al Imam Ibnu Hajar Al Haitami.
            Pengharaman hukum menepuk tangan dalam sesuatu majlis itu tertolak kerana masih lagi didasari dalil agak lemah. Penulis cenderung kepada pandangan beberapa ulama yang membenarkannya seperti Syeikh Atiyyah Saqr, yang mengharuskannya kerana tiada dalil mengharamkan.
            Menurut kaedah fiqh Islam, asal sesuatu perkara adalah harus. Maksudnya, sesuatu perkara yang tidak diberitakan oleh syariat dipandang harus hukumnya. Namun, ia boleh menjadi haram mahupun wajib jika disertakan dalil yang menyuruh.
            Pengarang kitab al-Hafl al-Zifaf fi al-Fiqh Islam, Syeikh Rafiq Abd Aziz As-Sobbagh, berkata tepuk tangan perbuatan manusia yang biasa. Hukumnya berdasarkan faktor ia dilakukan.
            Hukum bertepuk tangan dalam majlis asalnya mubah (perkara diharuskan) sebab bertepuk tangan termasuk perbuatan jibiliyah (af’al jibiliyyah) yang hukum asalnya mubah, sepanjang tidak ada dalil mengharamkan.
            Perbuatan jibiliyah adalah perbuatan secara alamiah (fitrah) dilakukan manusia sejak penciptaannya dan menjadi bahagian yang tidak terpisah dari sifat kemanusiaannya seperti berfikir, bercakap, berjalan, berlari, melompat, duduk, makan, minum, mendengar, melihat dan seterusnya.
            Menepuk tangan itu sesuatu yang diharuskan syarak. Ia boleh menceriakan sesuatu majlis terutama bagi menggembirakan kanak-kanak. Walaupun begitu, hukumnya boleh menjadi haram apabila bertepuk tangan dalam pertunjukan hiburan yang tidak syarak, pembukaan aurat atau menghina serta mengejek orang lain.
            Bertepuk tangan di luar solat sama ada di majlis keramaian adalah harus pada hukum syarak. Yang ditegah adalah sewaktu solat ataupun mengaitkannya dengan ibadah. Begitu juga niat orang yang bertepuk tangan untuk mengejek, menghina ataupun memuji orang yang tidak sepatutnya.
            Tegakkan hukum agama atas dasar hujah dan dalil kerana agama tertegak bersandarkan kepada al-Quran dan sunnah, bukannya dakwaan atau sangkaan semata-mata tanpa menilai dari mana asal usulnya.